oleh: Rahmawati

Semenjak para media seru memberitakan tentang keadaan planet bumi yang semakin panas, imbauan untuk menjaga lingkungan juga banyak diedarkan. Menghemat air, menghemat listrik, menghemat bahan bakar, dan menghemat limbah plastik. Plastik adalah bahan alat-alat kehidupan yang pembuatannya menggunakan minyak bumi. Proses pembuatan plastic ini menyebabkan pembuatan gas karbondioksida yang besar –karena pembakaran minyak bumi. Selain itu, limbah plastic sulit diurai dalam tanah sehingga tanah tercemar. Segala ilmuan gencar menciptakan plastic yang mudah terurai hingga kini barang-barang berbahan plastic masih selalu diproduksi, bahkan segala pernik benda di kamar kita berbahan plastic. Plastik menjadi gaya hidup manusia di dunia. Mulai dari barang di rumah, di kantor, hingga di tempat rekreasi.

Tempat rekreasi bukan hanya objek wisata atau mal atau bioskop, tetapi juga sarana olahraga seperti futsal. Futsal bagi sebagian kelompok sosial, seperti pelajar atau mahasiswa, merupakan sarana rekreasi. Selain untuk tujuan kesehatan, futsal dilaksanakan sejumlah mahasiswa untuk mengakrabkan diri dengan teman sebaya. Lagi-lagi kegiatan olahraga ini melibatkan plastic pada perangkatnya. Rumput sintetis yang sering digunakan pada lapangan futsal sebenarnya lebih merupakan lapangan untuk indoor soccer, tetapi di Indonesia lapangan jenis ini lebih disukai.

Tren hidup sehat atau Go Green telah membumi di Indonesia dan jika menolak bermain futsal di lapangan rumput sintetis karena alasan kemaslahatan lingkungan, para ahli telah, melakukan berbagai riset yang menyatakan rumput sintetis tidak berbahaya. Badan riset semacam The European Commission’s Scientific Committee on Toxicity, Ecotoxicity and the Environment dan The Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa artificial turf –rumput sintetis termasuk di dalamnya-tidak merugikan bagi lingkungan dan tidak beracun. Bahkan pembuatan rumput sintetis membantu mengurangi limbah ban di Amerika Serikat. Ditambah perawatan rumput sintetis tidak menggunakan air atau pestisida. Isu lingkungan tidak bisa diterapkan pada artificial turf.

Melihat trend yang ada saat ini bisnis lapangan futsal merupakan bisnis yang patut diperhatikan. Kota-kota besar dengan jumlah pelajar dan mahasiswa yang banyak bisa menjadi sasaran yang pas untuk mendirikan bisnis ini. Alasannya adalah para akademisi butuh sarana olahraga dan bersosialisasi antarmereka di tempat yang pas. Jika berminat, memiliki modal, dan lahan yang sesuai maka jangan ragu untuk merencanakan pembuatan lapanggan futsal.

Graha Willys salah satu suplaier rumput sintesis dapat menjadi pilihan anda untuk bermitra membangun lapangan futsal. Dengan pengalaman instalasi lebih dari tiga ratus lapangan futsal di Jakarta dan luar Jakarta, membuat Graha Willys suplaier andal dan berpengalaman. Kisaran harga 129.000k—147.000k Graha Willys berkomitmen untuk menjunjung kredibilitas, terbukti dengan para klien yang tercantum dalam situsnya rumputfutsalku.com. Dengan produk yang lebih murah, kualitas rumput sintetis terjaga, perusahaan yang legal, ditambah pengalaman selama lima tahun menjadikan Graha Willys sebagai pilihan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha lapangan futsal. Segera cek situsnya dan dapatkan info lengkapnya. Selamat mencoba.