Apakah anda suka bermain futsal atau indoor soccer untuk berolahraga atau bersenang-senang dengan rekan anda? Dan mendapati lapangan futsal yang beraneka macam? Rumput sintetis salah satunya. Simpelnya adalah rumput yang terbuat dari plastik untuk memberi sensasi bermain layaknya lapangan outdoor. bagaimana ceritanya plastik menjadi rumput?

Rumput sintetis awalnya muncul pada tahun 1960, ketika itu rumput sintetis hanya berupa rumput kering yang dicat hijau. Hingga saat ini penggunaan bahan polimer menjadi yang utama dalam penciptaan rumput sintetis. Indoor soccer menggunakan rumput sintetis menyerupai karpet yang diberi bantalan. Rumput sintetis polygrass ini terbuat dari fiber yang terbuat dari nilon, polipropilen, atau polietilen. Bantalannya disebut infill yang berisi pasir, atau serpihan karet, bisa juga percampuran antara keduanya.

Polygrass adalah Rumput sintetis yang MENYERUPAI rumput asli yang terbuat dari polietilen. Rumput ini disebut memiliki tekstur lebih lembut dari rumput yang berbahan propilen. Bahan propilen dipercaya lebih aman dari rumput berbahan nilon. Rumput polietilen permukaannya sangat nyaman untuk diinjak, cara bola menggelinding juga lebih terarah. Bola yang tengah digiring seorang pemain tidak akan keluar dari kontrol sang pemain karena alur rumput ini yang menyerupai rumput asli. Infillnya bertindak selayaknya debu atau pasir yang terdapat di lapangan rumput natural.

 

P.S. nilon, polipropilen, dan polietilen itu adalah plastik, senyawa yang berasal dari ikatan karbon ini merupakan senyawa kimia yang dapat didaur ulang, keterangan lengkapnya bisa dibaca di Wikipedia atau ensiklopedi lainnya

P.P.S. infill biasanya terbuat dari ban yang tak terpakai dan di”granulated” menyerupai serpihan.

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Jika anda berkenan, anda bisa mengkopi artikel ini dengan menyertakan alamat situs kami. Terima kasih.

 

Oleh: Rahmawati

Referensi: http://grasssyntheticinfo.com/2011/02/third-generation-artificial-grass/

Rumput sintetis